PRAKTIKUM VI
I. JUDUL PRAKTIKUM
Partition
Magic
II. TUJUAN PRAKTIKUM
1.Mahasiswa bisa mempartisi Hardisk menggunakan partision
Magic
III. ALAT DAN BAHAN
1.
PC
2.
Software Partition Magic
IV. TEORI DASAR
Mempartisi
harddisk artinya membagi
ruang memori pada
harddisk. Setiap harddisk minimal
harus dipartisi satu kali, dan menyesuaikan dengan sistem operasi yang akan
digunakan. Partisi dan
Format Hard Disk
dalam komputer biasanya
dilakukan kerana dua sebab, yaitu: Anda
baru sahaja membeli
komputer atau hard
disk baru, jadi
anda perlu memasukkan OS ke
dalamnya.
FDISK
Keuntungan Memakai FDISK :
Tersedia Cuma-Cuma dalam CD Master
windows atau dibuat di disket system
booting s.o bersangkutan.
Kekurangan Memakai FDISK :
Kita hanya dapat membuat jenis partisi sesuai
s.o bersangkutan.
POWERQUEST
PARTITION MAGIC.
Keuntungan :
- Dapat
membuat berbagai jenis partisi.
- Dapat
membuat 2 buah (lebih) partisi primary.
- Dapat membuat lebih dari 2 partisi dalam 1 harddisk.7
Kekurangan :
Karena
dijalankan dari windows,
maka dapat saja
terjadi kerusakan partisi
yang tidak kita inginkan.
V. PROSEDUR PRAKTIKUM
A. Membuat
Partisi Baru
1. Pasang
hardisk yang akan dipartisi pada komputer, hidupkan komputer, lalu jalankan
program Partition Magic.
2. Pilih
harddisk yang ingin anda partisi, misalnya harddisk kedua (Disk 2) pada bagian
“unallocated” pada partition map atau partition list.
3. Klik
Create Partition yang ada digroup Partition Operations, sehingga akan muncul
kotak dialog Create Partition.
4. Isikan
sesuai dengan kotak dialog diatas :
a. Create as : Primary Partition, yang menunjukkan sebagai partisi
utama
dalam harddisk ini.
b.
Partition Type : FAT32, yang menunjukkan file system yang
digunakan adalah FAT32.
c. Label : WIN98,
sebagai identitas dari partisi ini.
d. Size : 19.085,0, menunjukkan
ukuran dari partisi yaitu 19.085
megabyte(MB).
e.
Position : Beginning of unallocated space, menunjukkan bahwa posisi partisi
dimulai dari bagian paling depan ruang harddisk yang kosong.
f.
Percent of unallocated
space : 100.0, menunjukkan prosentasi ruang
harddisk yang kosong yang akan dipartisi.
5. Klik
OK, akan mengakibatkan perubahan pada Disk Map dan Partitions List.
6. Operasi
ini sebenarnya belum dilaksanakan, klik tombol Apply untuk melaksanakan
operasi ini. Maka akan muncul kotak dialog Apply Changes.
7. Klik
tombol Yes, untuk melaksanakan operasi pembuatan partisi baru.
8. Kemudian akan muncul kotak dialog Progress,
yang menunjukkan proses-proses yang sedang dilakukan oleh program Partition
Magic.
9. Setelah itu akan ditampilkan informasi All
Operations Completed pada kotak dialog Progress, yang menunjukkan
bahwa semua operasi telah selesai diproses.
10.
Kemudian klik OK.
11. Maka Partition Magic akan meminta komputer
untuk Restart, setelah booting kembali maka harddisk yang telah
dipartisi tersebut dapat digunakan untuk menyimpan data dan untuk melihat
informasi tetang partisi yang kita buat, klik partisi tersebut, lalu pilih menu
Properties yang ada dalam group Partitions Operations, maka akan
muncul kotak dialog Partition Properties.
B. Menghapus Partisi
1.
Pilih partisi yang ingin dihapus
2. Klik tombol Delete
Partition yang ada digroup Partition
Operations.
Lalu akan muncul kotak dialog Delete Partition.
3. Klik tombol OK, operasi ini sebenarnya belum dilaksanakan, klik tombol Apply
untuk melaksanakan operasi ini.
4. Maka akan muncul kotak dialog Apply
Changes.
5. Klik tombol Yes, untuk
melaksanakan operasi penghapusan suatu partisi.
C. Membatalkan Penghapusan Partisi
Partisi yang
sudah dihapus dengan perintah Delete
Partition, tetapi belum pernah dilakukan suatu operasi yang ditunda, masih
dimungkinkan dilakukan pembatalan penghapusan partisi tersebut. Namun bila
sudah dilakukan suatu operasi yang ditunda, misalnya operasi Resize Partition, maka pembatalan
penghapusan partisi tersebut tidak dapat dilakukan
1. Pilih partisi yang akan dibatalkan proses
penghapusannya.
2. Klik tombol Undelete
Partition yang ada digroup Partition
Operations.
3. Lalu akan muncul kotak dialog Undelete, yang melakukan pengecekan
terhadap partisi apakah bisa dilakukan pembatalan penghapusan.
4. Jika bisa maka akan muncul daftar
partisi, yang bisa dibatalkan proses penghapusan partisinya.
5. Selanjutnya akan membuat partisi
ketiga, klik ruang kosong yang belum di partisi.
6. Klik
tombol Create Partition yang ada digroup Partition Operations.
7. Lalu akan muncul kotak dialog Create Partition.
8. Isikan settingnya sesuai keinginan anda untuk
partisi ketiga, misalnya :
1.
Create as : Logical Partition, yang menunjukkan tipe dari partisi ini.
2.
Partition Type : FAT32, yang menunjukkan file system yang digunakan adalah
FAT32.
3. Label : DATA LAMA, sebagai identitas dari partisi ini.
4. Size : 7,083.3, menunjukkan ukuran dari partisi yaitu 7.083,3 megabyte
(MB).
5.
Position : Beginning of unallocated space, menunjukkan bahwa posisi partisi
dimulai dari bagian paling depan ruang harddisk yang kosong.
6.
Percent of unallocated
space : 100.0, menunjukkan prosentasi ruang
harddisk yang kosong yang akan dipartisi.
9. Klik
tombol OK, maka pada Disk Map dan Partition List akan terjadi perubahan
akibat pembuatan partisi ketiga ini.
10. Semua
operasi ini sebenarnya belum
dilaksanakan, klik tombol Apply untuk melaksanakan operasi ini.
11. Maka
akan muncul kotak dialog Apply Changes.
12. Klik tombol Yes, untuk melaksanakan
operasi pembuatan 3 buah partisi baru.
E. Memformat dan Menentukan Tipe
File System.
Setelah selesai melakukan
partisi, langkah selanjutnya adalah memformatnya. Pada waktu menjalankan
perintah format harddisk ini, kita juga dapat melakukan perubahan terhadap tipe
file system dan label partisinya.
Langkah-langkahnya :
1. Pilih partisi yang akan diformat.
2. Klik menu Partition,
lalu klik submenu Format.
3. Kemudian akan muncul kotak
dialog Format Partitions, lalu
ubahlah combo Partition Type misalnya
FAT32 dan Label misalnya SISTEM, lalu
klik tombol OK.
- Mengkonversi Tipe
File System.
Sebenarnya pengkonversian tipe
File System ini, dapat dilakukan pada waktu memformat partisi, namun cara ini
akan mengakibatkan data yang ada didalam partisi akan hilang karena adanya
operasi format.
Langkah-langkahnya :
1. Pilih partisi yang akan
dikonversi.
2. Klik tombol Convert Partition
yang ada digroup Partition Operations, sehingga akan muncul kotak dialog Convert
Partition, lalu pilih tombol radio FAT32, lalu klik OK.
Sebenarnya pengkonversian tipe
File System ini, dapat dilakukan pada waktu memformat partisi, namun cara ini
akan mengakibatkan data yang ada didalam partisi akan hilang karena adanya
operasi format.
F. Mengganti Label
Partisi
Label partisi
adalah tanda pengenal suatu partisi, untuk memudahkan dikenali dan mudah
dibedakan dengan partisi lain.
Langkah-langkahnya
:
1. Pilih partisi yang akan diberi Label.
2. Klik menu Partition, lalu klik submenu Label.
Kemudian akan muncul kotak dialog Label Partitions, lalu ubahlah dari nama
label sebelumnya SISTEM menjadi WIN98, lalu klik tombol OK
1. Operasi ini masih tertunda, untuk
benar-benar ingin memformat suatu partisi, klik tombol Apply.
Klik Yes dari kotak dialog yang tampil.
VI. HASIL PENGAMATAN
VII. ANALISA
VIII. KESIMPULAN