Search This Blog

Thursday, July 2, 2015

Modul Troubleshooting (V)

PRAKTIKUM VI

I.    JUDUL PRAKTIKUM
      Partition Magic

II. TUJUAN PRAKTIKUM
       1.Mahasiswa  bisa mempartisi Hardisk menggunakan partision Magic  

III. ALAT DAN BAHAN
1. PC
2. Software Partition Magic  

IV. TEORI DASAR
Mempartisi  harddisk  artinya  membagi  ruang  memori  pada  harddisk.  Setiap harddisk minimal harus dipartisi satu kali, dan menyesuaikan dengan sistem operasi yang akan digunakan.  Partisi  dan  Format  Hard  Disk  dalam  komputer  biasanya  dilakukan  kerana  dua sebab, yaitu:  Anda  baru  sahaja  membeli  komputer  atau  hard  disk  baru,  jadi  anda  perlu memasukkan OS ke dalamnya. 

FDISK
Keuntungan Memakai FDISK :
Tersedia Cuma-Cuma dalam CD Master windows atau dibuat di disket system
booting s.o bersangkutan.

Kekurangan Memakai FDISK :
 Kita hanya dapat membuat jenis partisi sesuai s.o bersangkutan.

POWERQUEST PARTITION MAGIC.
 Keuntungan : 
 - Dapat membuat berbagai jenis partisi.
  - Dapat membuat 2 buah (lebih) partisi primary.

  - Dapat membuat lebih dari 2 partisi dalam 1 harddisk.7  
Kekurangan : 
Karena  dijalankan  dari  windows,  maka  dapat  saja  terjadi  kerusakan  partisi
yang tidak kita inginkan.



V. PROSEDUR PRAKTIKUM
A.   Membuat Partisi Baru
1.    Pasang hardisk yang akan dipartisi pada komputer, hidupkan komputer, lalu jalankan program Partition Magic.
2.    Pilih harddisk yang ingin anda partisi, misalnya harddisk kedua (Disk 2) pada bagian “unallocated” pada partition map atau partition list.
     3.    Klik Create Partition yang ada digroup Partition Operations, sehingga akan muncul
            kotak  dialog Create Partition. 
4. Isikan sesuai dengan kotak dialog diatas :
a.    Create as : Primary Partition, yang menunjukkan sebagai partisi
                          utama dalam harddisk ini.
b.        Partition Type : FAT32, yang menunjukkan file system yang
                                 digunakan adalah FAT32.
  c. Label : WIN98, sebagai identitas dari partisi ini.
d. Size : 19.085,0, menunjukkan ukuran dari partisi yaitu 19.085
             megabyte(MB).
e.    Position : Beginning of unallocated space, menunjukkan bahwa posisi partisi dimulai dari bagian paling depan ruang harddisk yang kosong.
f.      Percent of unallocated space : 100.0, menunjukkan prosentasi ruang harddisk yang kosong yang akan dipartisi.
5. Klik OK, akan mengakibatkan perubahan pada Disk Map dan Partitions List.
6. Operasi ini sebenarnya belum dilaksanakan, klik tombol Apply untuk melaksanakan operasi ini. Maka akan muncul kotak dialog Apply Changes.
7.    Klik tombol Yes, untuk melaksanakan operasi pembuatan partisi baru.
8.    Kemudian akan muncul kotak dialog Progress, yang menunjukkan proses-proses yang sedang dilakukan oleh program Partition Magic.
9.    Setelah itu akan ditampilkan informasi All Operations Completed pada kotak dialog Progress, yang menunjukkan bahwa semua operasi telah selesai diproses.
10. Kemudian klik OK.
11. Maka Partition Magic akan meminta komputer untuk Restart, setelah booting kembali maka harddisk yang telah dipartisi tersebut dapat digunakan untuk menyimpan data dan untuk melihat informasi tetang partisi yang kita buat, klik partisi tersebut, lalu pilih menu Properties yang ada dalam group Partitions Operations, maka akan muncul kotak dialog Partition Properties.
        B.        Menghapus Partisi
        1. Pilih partisi yang ingin dihapus
        2. Klik tombol Delete Partition yang ada digroup Partition Operations.
            Lalu akan muncul kotak dialog Delete Partition.
       3. Klik tombol OK, operasi ini sebenarnya belum dilaksanakan, klik tombol Apply untuk         melaksanakan operasi ini.
        4. Maka akan muncul kotak dialog Apply Changes.
        5. Klik tombol Yes, untuk melaksanakan operasi penghapusan suatu partisi.

C. Membatalkan Penghapusan Partisi
Partisi yang sudah dihapus dengan perintah Delete Partition, tetapi belum pernah dilakukan suatu operasi yang ditunda, masih dimungkinkan dilakukan pembatalan penghapusan partisi tersebut. Namun bila sudah dilakukan suatu operasi yang ditunda, misalnya operasi Resize Partition, maka pembatalan penghapusan partisi tersebut tidak dapat dilakukan
1.  Pilih partisi yang akan dibatalkan proses penghapusannya.
2. Klik tombol Undelete Partition yang ada digroup Partition Operations.
3. Lalu akan muncul kotak dialog Undelete, yang melakukan pengecekan terhadap partisi apakah bisa dilakukan pembatalan penghapusan.
4. Jika bisa maka akan muncul daftar partisi, yang bisa dibatalkan proses penghapusan partisinya.
5. Selanjutnya akan membuat partisi ketiga, klik ruang kosong yang belum di partisi.
6. Klik tombol Create Partition yang ada digroup Partition Operations.
7. Lalu akan muncul kotak dialog Create Partition.
8. Isikan settingnya sesuai keinginan anda untuk partisi ketiga, misalnya :
1.  Create as : Logical Partition, yang menunjukkan tipe dari partisi ini.
2.  Partition Type : FAT32, yang menunjukkan file system yang digunakan adalah FAT32.
3.  Label : DATA LAMA, sebagai identitas dari partisi ini.
4.  Size : 7,083.3, menunjukkan ukuran dari partisi yaitu 7.083,3 megabyte (MB).
5.  Position : Beginning of unallocated space, menunjukkan bahwa posisi partisi dimulai dari bagian paling depan ruang harddisk yang kosong.
6.  Percent of unallocated space : 100.0, menunjukkan prosentasi ruang harddisk yang kosong yang akan dipartisi.

9.         Klik tombol OK, maka pada Disk Map dan Partition List akan terjadi perubahan akibat pembuatan partisi ketiga ini.
10.       Semua operasi ini sebenarnya belum dilaksanakan, klik tombol Apply untuk melaksanakan operasi ini.
11.       Maka akan muncul kotak dialog Apply Changes.
12.       Klik tombol Yes, untuk melaksanakan operasi pembuatan 3 buah partisi baru.

E.   Memformat dan Menentukan Tipe File System.
Setelah selesai melakukan partisi, langkah selanjutnya adalah memformatnya. Pada waktu menjalankan perintah format harddisk ini, kita juga dapat melakukan perubahan terhadap tipe file system dan label partisinya.
Langkah-langkahnya :
1.    Pilih partisi yang akan diformat.
2.    Klik menu Partition, lalu klik submenu Format.
3.    Kemudian akan muncul kotak dialog Format Partitions, lalu ubahlah combo Partition Type misalnya FAT32 dan Label misalnya SISTEM, lalu klik tombol OK.

  1. Mengkonversi Tipe File System.
Sebenarnya pengkonversian tipe File System ini, dapat dilakukan pada waktu memformat partisi, namun cara ini akan mengakibatkan data yang ada didalam partisi akan hilang karena adanya operasi format.
Langkah-langkahnya :
1. Pilih partisi yang akan dikonversi.
2.         Klik tombol Convert Partition yang ada digroup Partition Operations, sehingga akan muncul kotak dialog Convert Partition, lalu pilih tombol radio FAT32, lalu klik OK.
Sebenarnya pengkonversian tipe File System ini, dapat dilakukan pada waktu memformat partisi, namun cara ini akan mengakibatkan data yang ada didalam partisi akan hilang karena adanya operasi format.

F.      Mengganti Label Partisi
Label partisi adalah tanda pengenal suatu partisi, untuk memudahkan dikenali dan mudah dibedakan dengan partisi lain.
             Langkah-langkahnya :
1.      Pilih partisi yang akan diberi Label.
2.      Klik menu Partition, lalu klik submenu Label.
Kemudian akan muncul kotak dialog Label Partitions, lalu ubahlah dari nama label sebelumnya SISTEM menjadi WIN98, lalu klik tombol OK
1.      Operasi ini masih tertunda, untuk benar-benar ingin memformat suatu partisi, klik tombol Apply.
Klik Yes dari kotak dialog yang tampil.


VI. HASIL PENGAMATAN  

VII. ANALISA

VIII. KESIMPULAN 

Share:

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

About Me

Powered by Blogger.

Followers

Translate

Recent Posts

Unordered List

Definition List

Pages

Theme Support