Search This Blog

Sunday, July 5, 2015

Modul Pratikum Komunikasi Data (VI)

PRAKTIKUM VI

I.    JUDUL PRAKTIKUM
      Wireless – LAN(Indoor)

II. TUJUAN PRAKTIKUM
     1.Mampu mengetahui cara kerja WLAN
      2. Bisa melakukan konfigurasi WLAN
      3. Dapat menggunakan aplikasi WLAN

III. ALAT DAN BAHAN
1. Access Point
2. Perangkat Client (PCMCIA, PCI, USB)
3. Laptop
4. Software : wirelesstools, wavemon, ifconfig, ping
5. PDA (optional)

IV. TEORI DASAR

      Wireless LAN merupakan salah satu cara komunikasi data yang tidak menggunakan penghubung kawat melainkan melewati udara. Standarisasi yang digunakan adalah IEEE 802.11. Standar yang sudah berada di pasar IEEE 802.11a/b/g
Tipe arsitektur dari Wireless LAN : Infrastrucure vs AdHoc network
Ciri dari jaringan infrastruktur pada wifi, terdapat adanya access point (AP) Logo perangkat yang mendukung WirelessLAN
Extended Service Set Identifier (ESSID), nama yang digunakan untuk pengelompokan jaringan wireless dengan model infrastruktur.
Perangkat wireless dibagi menjadi 2 kategori, yaitu access point dan perangkat client.
Access Point adalah perangkat wireless yang berguna untuk menyambungkan jaringan kabel(wired) dan jaringan nirkabel (wireless).
Perangkat client adalah perangkat yang digunakan di sisi penerima, misal lwireless PCMCIA, wireless PCI, atau wireless USB.
Notebook/Laptop keluaran terbaru sudah terintegrasi dengan perangkat wireless internal.
Untuk menggunakan perangkat WIFI di linux diperlukan paket aplikasi Wireless-tools, Paket aplikasi wirelesstools terdiri dari beberapa aplikasi antara lain :
• iwconfig
• iwevent
• iwgetid
• iwlist
       • iwpriv
• iwspy
Perintah-perintah tersebut digunakan untuk memodifikasi layer 2 dari OSI.
Untuk memodifikasi layer 3 atau yang biasa disebut IP, digunakan perintah ifconfig untuk melakukan perubahan.
Aplikasi Linux yang dapat digunakan untuk memonitoring keadaan jaringan wireless adalah wavemon.
V. PROSEDUR PRAKTIKUM
1. Physical Layer
1. Pasangkan perangkat wireless client pada komputer. Apabila menggunakan laptop, aktifkan dengan menggeser switch wifi pada posisi “on”.
2. Cek dengan perintah “iwconfig”, apakah perangkat sudah terpasang dengan benar
creative:~#iwconfig
lo nowirelessextensions.
eth0 nowirelessextensions
eth1 IEEE802.11DSESSID:""Nickname:"PrismI"
Mode: Managed Access Point:00:00:00:00:00:00 BitRate:11Mb/sTxPower=15dBm Sensitivity:1/3 Retryminlimit:8RTSthr:off Fragmentthr:off Encryptionkey:off PowerManagement:off
sit0 nowirelessextensions.

3. Aktifkan perangkat tersebut dengan perintah “ifconfigeth1up”. (Apabila perangkat wireless terdeteksi di-eth1, bila lain sesuaikan dengan hasil dari perintah iwconfig)

2. Data-link Layer
1 Lakukan konfigurasi wirelesss upaya masuk ke jaringan dengan ESSID “eepishotspot” dengan perintah :
# iwconfig eth1 essid eepishotspot
2. Lakukan konfigurasi wireless supaya jaringan tersebut menggunakan mode :
Mode Infrastructure
# iwconfig eth1 mode managed
Mode Adhoc
# iwconfig eth1 mode adhoc
3. Catat pada laporan sementara hasil perubahan dengan perintah “iwconfig”. 
3.   Network Layer
1. Lakukan konfiguras iwireless supaya perangkat tersebut memiliki IP dengan perintah: # ifconfig eth1 192.168.0. **
2.   Catat pada laporan sementara hasil perubahan dengan perintah “ifconfig”.
4.    Transport Layer
1. Lakukan pengecekan jaringan dengan protocol ICMP, dengan perintah “ping” dengan tujuan IP address dari komputer yang lain.
# ping 192.168.0.50
*Catatan: IP 192.168.0.50 adalah IP dari komputer lain.
2. Catat pada laporan sementara hasil dari perintah “ping” tersebut.
3. Lakukan monitoring dengan perintah “wavemon”.
5. Lakukan percobaan di atas untuk mode infrastruktur dan adhoc, catat hasilnya pada laporan sementara
VI. PENGELOLAHAN DATA

VII. ANALISA
 VIII. KESIMPULAN 

Share:

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

About Me

Powered by Blogger.

Followers

Translate

Recent Posts

Unordered List

Definition List

Pages

Theme Support