PRAKTIKUM VI
I. JUDUL PRAKTIKUM
Wireless – LAN(Indoor)
II. TUJUAN PRAKTIKUM
1.Mampu mengetahui cara kerja WLAN
2. Bisa
melakukan konfigurasi WLAN
3. Dapat
menggunakan aplikasi WLAN
III. ALAT DAN BAHAN
1. Access Point
2. Perangkat Client
(PCMCIA, PCI, USB)
3. Laptop
4. Software :
wirelesstools, wavemon, ifconfig, ping
5. PDA (optional)
IV. TEORI DASAR
Wireless LAN merupakan salah satu cara
komunikasi data yang tidak menggunakan penghubung kawat melainkan melewati
udara. Standarisasi yang digunakan adalah IEEE 802.11. Standar yang sudah
berada di pasar IEEE 802.11a/b/g
Tipe arsitektur
dari Wireless LAN : Infrastrucure vs AdHoc network
Ciri dari jaringan
infrastruktur pada wifi, terdapat adanya access point (AP) Logo perangkat yang
mendukung WirelessLAN
Extended
Service Set Identifier (ESSID), nama yang digunakan untuk pengelompokan
jaringan wireless dengan model infrastruktur.
Perangkat
wireless dibagi menjadi 2 kategori, yaitu access point dan perangkat client.
Access Point
adalah perangkat wireless yang berguna untuk menyambungkan jaringan
kabel(wired) dan jaringan nirkabel (wireless).
Perangkat
client adalah perangkat yang digunakan di sisi penerima, misal lwireless
PCMCIA, wireless PCI, atau wireless USB.
Notebook/Laptop
keluaran terbaru sudah terintegrasi dengan perangkat wireless internal.
Untuk
menggunakan perangkat WIFI di linux diperlukan paket aplikasi Wireless-tools,
Paket aplikasi wirelesstools terdiri dari beberapa aplikasi antara lain :
• iwconfig
• iwevent
• iwgetid
• iwlist
• iwpriv
• iwspy
Perintah-perintah
tersebut digunakan untuk memodifikasi layer 2 dari OSI.
Untuk
memodifikasi layer 3 atau yang biasa disebut IP, digunakan perintah ifconfig
untuk melakukan perubahan.
Aplikasi
Linux yang dapat digunakan untuk memonitoring keadaan jaringan wireless adalah wavemon.
V. PROSEDUR PRAKTIKUM
1. Physical Layer
1. Pasangkan perangkat wireless client pada
komputer. Apabila menggunakan laptop, aktifkan dengan menggeser switch wifi
pada posisi “on”.
2. Cek dengan perintah “iwconfig”, apakah
perangkat sudah terpasang dengan benar
creative:~#iwconfig
lo nowirelessextensions.
eth0 nowirelessextensions
eth1 IEEE802.11DSESSID:""Nickname:"PrismI"
Mode: Managed Access Point:00:00:00:00:00:00
BitRate:11Mb/sTxPower=15dBm Sensitivity:1/3 Retryminlimit:8RTSthr:off
Fragmentthr:off Encryptionkey:off PowerManagement:off
sit0 nowirelessextensions.
3. Aktifkan perangkat tersebut dengan
perintah “ifconfigeth1up”. (Apabila perangkat wireless terdeteksi di-eth1,
bila lain sesuaikan dengan hasil dari perintah iwconfig)
2. Data-link Layer
1 Lakukan konfigurasi wirelesss upaya masuk
ke jaringan dengan ESSID “eepishotspot” dengan perintah :
# iwconfig eth1 essid eepishotspot
2. Lakukan konfigurasi wireless supaya
jaringan tersebut menggunakan mode :
Mode Infrastructure
# iwconfig eth1 mode managed
Mode Adhoc
# iwconfig eth1 mode adhoc
3. Catat pada laporan sementara hasil
perubahan dengan perintah “iwconfig”.
3. Network
Layer
1. Lakukan konfiguras iwireless supaya
perangkat tersebut memiliki IP dengan perintah: # ifconfig eth1 192.168.0. **
2. Catat pada laporan sementara hasil perubahan
dengan perintah “ifconfig”.
4. Transport
Layer
1. Lakukan pengecekan jaringan dengan protocol
ICMP, dengan perintah “ping” dengan tujuan IP address dari komputer yang lain.
# ping 192.168.0.50
*Catatan: IP 192.168.0.50 adalah IP dari
komputer lain.
2. Catat pada laporan sementara hasil dari
perintah “ping” tersebut.
3. Lakukan monitoring dengan perintah “wavemon”.
5. Lakukan percobaan di atas untuk mode infrastruktur dan adhoc,
catat hasilnya pada laporan sementara
VI. PENGELOLAHAN DATA
VII. ANALISA
VIII.
KESIMPULAN






0 comments:
Post a Comment