PRAKTIKUM II
I. JUDUL PRAKTIKUM
Teorema Northon
II. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mempelajari teorema rangkaian listrik
2. Mempelajari teorema northon beserta fungsi rangkaiannya.
3. Menerapkan teorema northon pada rangkaian yang digunakan
III. ALAT DAN BAHAN
1. Modul Praktikum
2. Seperangkat PC
3. Software simulasi proteus
IV. TEORI DASAR
Teorema Norton menyatakan bahwa dimungkinkan untuk menyederhanakan suatu rangkaian yang linier, tidak peduli seberapa kompleks rangkaian itu, menjadi sebuah rangkaian ekivalen yang terdiri dari sebuah sumber arus yang disusun paralel dengan sebuah resistansi yang biasanya dihubungkan juga ke beban. Seperti pada teorema Thevenin, kualifikasi “linier” disini identik dengan yang ditemukan pada Teorema Superposisi : semua persamaan harus linier (tidak mengandung perpangkatan atau akar).
Misalkan ada rangkaian seperti pada gambar berikut ini:
Ingat bahwa sebuah sumber arus adalah sebuah komponen yang kerjanya
untuk menyediakan arus yang nilainya konstan, seberapapun tegangan yang
diperlukan beban,sumber arus yang ideal akan tetap menyuplai arus yang konstan.
Seperti pada teorema thevenin, semua yang ada pada rangkaian asli kecuali
resistansi beban disederhanakan dan direduksi menjadi suatu rangkaian yang
ekivalen yang lebih sederhana untuk dianalisa. Juga sama seperti teorema
Thevenin, cara untuk mendapatkan rangkaian pengganti Norton harus menghitung
nilai arus Norton (INorton) dan resistansi nortonnya (RNorton).
V. PROSEDUR PRAKTIKUM
1. Rangkailah rangkaian berikut ini pada software simulasi proteus.
2. Ukurlah tegangan dan arus yang ada pada masing-masing resistor
3. Hitunglah tegangan dan arus pada rangkaian tersebut dengan menggunakan perhitungan manual menggunakan teorema northon.
4. Bandingkan hasil yang diperoleh dari simulasi dengan perhitungan manual.
5. Analisis data yang diperoleh dan buat kesimpulan
VI. PENGOLAHAN DATA
VII. ANALISA
VIII. KESIMPULAN






0 comments:
Post a Comment