Search This Blog

Sunday, July 5, 2015

Modul Pratikum Komunikasi Data (1)

PRAKTIKUM I

I.     JUDUL PRAKTIKUM
       PERAKITAN KABEL NULL MODEM DB9,DB25,RJ45

II.   TUJUAN PRAKTIKUM
       1. Memahami kegunaan kabel/konektor DB9, DB25, RJ45.
       2 Memahami fungsi dari masing-masing pin dari konektor DB9, DB25 dan RJ45.
       3 Merakit kabel dengan menggunakan DB9, DB25, RJ45.

III.  ALAT DAN BAHAN
       1. Kabel UTP
       2  Konektor : DB9, DB25, RJ45
       3. Tang, crimping tool
       4. Fluke
       5. Avometer

IV. TEORI DASAR
       RS232 adalah standard komunikasi serial antar periperal-periperal. Contoh paling sering kita
       pakai adalah antara komputer dengan modem, atau komputer dengan komputer.
       Standar ini menggunakan beberapa piranti dalam implementasinya. Paling umum yang dipakai
      adalah plug DB9 atau DB25. Untuk rs232 dengan DB9, biasanya dipakai untuk serial port pada
      komputer pribadi. Dipakai untuk port mouse dan modem. Fungsi dari masing-masing pin
      ditunjukkan pada gambar 1. 
     Untuk melakukan komunikasi antar komputer dengan menggunakan standar rs232, bisa kita
     gunakan dua cara:
     1. dua modem yang dipasang pada serial port, atau
     2. dengan kabel konektor serial null-modem.
    Untuk mengetahui nomor-nomor pin ini bisa dilihat pada plugnya langsung.Suatu komunikasi data
    antar PC dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam interface I/O. Pada PC terdapat         interface:
   1 serial
   2 parallel
   3 network, yang biasa disebut Ethernet

   PORT
  1. serial port Serial port bersifat asinkron dimana dapat mengirimkan data sebanyak 1 bit dalam tiap   satu waktu. Port yang digunakan biasanya menggunakan konektor
  keterangan:_ pin 1 = Data Carrier Detect (DCD)
_ pin 2 = Received Data (RxD)
_ pin 3 = Transmitted Data (TxD)
_ pin 4 = Data Terminal Ready (DTR)
_ pin 5 = Signal Ground (common)
_ pin 6 = Data Set Ready (DSR)
_ pin 7 = Request To Send (RTS)
_ pin 8 = Clear To Send (CTS)
_ pin 9 = Ring Indicator (RI) 
Keterangan:
Control pins
Pin 4 = Request To Send
Pin 5 = Clear to send
Pin 6 = DCE Ready
Pin 8 = received line signal detector
Pin 12 = secondary received line signal detector
Pin 13 = secondary clear to send
Pin 19 = secondary request to send
Pin 20 = DTE ready
Timing pins
Pin 15 = transmitter signal element timing (DCE-DTE)
Pin 17 = receiver signal element timing (DCE-DTE)
Pin 24 = transmitter signal element timing (DTE-DCT)
Other pins
Pin 1 = shield
Pin 7 = signal ground / common return
Pin 9 = reserved (testing)
Pin 10 = reserved (testing)
Pin 11 = unassigned
Pin 18 = local loopback
Pin 21 = remote loopback & signal quality detector
Pin 22 = ring indicator
Pin 23 = data signal rate select
Pin 25 = test mode
Pin 2 = transmit data
Pin 3 = receive data

ETHERNET CABLE 
Untuk menghubungkan jaringan diperlukan kabel Ethernet yaitu kabel yang digunakan disebut kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dengan menggunakan konektor RJ45. Kabel UTP mempunyai delapan pin (4 pasang).
_ Pin1 dengan warna hijau-putih (TD+) 
_ Pin2 dengan warna hijau (TD-)
_ Pin3 dengan warna orange-putih (RD+)
_ Pin4 dengan warna biru (NC)
_ Pin5 dengan warna biru-putih (NC)
_ Pin6 dengan warna orange (RD-)
_ Pin7 dengan warna coklat-putih (NC)
_ Pin8 dengan warna coklat (NC)

Konfigurasi pin kabel UTP adalah sbb:
Ada tiga cara pemasangan kabel UTP:
1 Straigh Through Pengkabelan jenis ini biasanya diperuntukkan untuk menghubungkan peralatan yang berbeda jenis. Misal untuk menghubungkan PC dengan hub, switch dan router, switch dan PC dan sebagainya.
2 Cross Over Pengkabelan jenis ini biaanya digunakan untuk menghubungkan peralatan sejenis. Misal untuk menghubungkan PC dengan PC, hub dengan hub dan sebagainya. Pin up kabel cross over sbb:
3    Rollover Pengkabelan jenis ini merupakan pengkabelan khusus. Misalnya untuk menghubungkan antar switch.
Skema dari tiga jenis kabel di atas adalah sbb: Straigh Through, Cross Over, Rollover

V.   PROSEDUR PRAKTIKUM
       1   Buat kabel serial dengan DB9 dan DB9.
       2   Buat kabel serial dengan DB9 dan DB25.
       3   Buat kabel serial dengan DB25 dan DB25.
4   buat kabel serial dengan RJ45 dan DB9.
       5   Buat kabel Ethernt straight through, cross over dan rollover
6   Catat langkah-langkah pembuatannya dan hasil pengukuran dengan alat ukurnya.
       7.  Operasi fluke DSP 4000
       8.  Siapkan kabel yang akan dites
       9.  Hubungkan fluke ke remote (pasangan dari fluke) dengan kabel tersebut
       10. Tekan test pada fluke
       11. Untuk mengetahui parameter-parameter lain tekan tanda panah
       12. Diagram fluke

VI. PENGELOLAHAN DATA

VII. ANALISA

VIII. KESIMPULAN 
Share:

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

About Me

Powered by Blogger.

Followers

Translate

Recent Posts

Unordered List

Definition List

Pages

Theme Support