PRAKTIKUM I
I. JUDUL PRAKTIKUM
PERAKITAN KABEL NULL MODEM DB9,DB25,RJ45
II. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Memahami kegunaan kabel/konektor DB9,
DB25, RJ45.
2
Memahami fungsi dari masing-masing pin dari konektor DB9, DB25 dan RJ45.
3 Merakit kabel dengan menggunakan DB9,
DB25, RJ45.
III. ALAT DAN BAHAN
1. Kabel UTP
2 Konektor : DB9, DB25, RJ45
3. Tang, crimping tool
4. Fluke
5. Avometer
IV. TEORI DASAR
RS232 adalah standard
komunikasi serial antar periperal-periperal. Contoh paling sering kita
pakai
adalah antara komputer dengan modem, atau komputer dengan komputer.
Standar ini menggunakan
beberapa piranti dalam implementasinya. Paling umum yang dipakai
adalah plug
DB9 atau DB25. Untuk rs232 dengan DB9,
biasanya dipakai untuk serial port pada
komputer pribadi. Dipakai untuk port
mouse dan modem. Fungsi dari masing-masing pin
ditunjukkan pada gambar 1.
Untuk
melakukan komunikasi antar komputer dengan menggunakan standar rs232, bisa kita
gunakan dua cara:
1. dua modem yang
dipasang pada serial port, atau
2. dengan kabel
konektor serial null-modem.
Untuk mengetahui
nomor-nomor pin ini bisa dilihat pada plugnya langsung.Suatu
komunikasi data
antar PC dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam
interface I/O. Pada PC terdapat interface:
1 serial
2 parallel
3 network, yang
biasa disebut Ethernet
PORT
1. serial port
Serial port bersifat asinkron dimana dapat mengirimkan data sebanyak 1 bit
dalam tiap satu waktu. Port yang digunakan biasanya menggunakan konektor
keterangan:_ pin 1 = Data
Carrier Detect (DCD)
_ pin 2 = Received
Data (RxD)
_ pin 3 =
Transmitted Data (TxD)
_ pin 4 = Data
Terminal Ready (DTR)
_ pin 5 = Signal
Ground (common)
_ pin 6 = Data Set
Ready (DSR)
_ pin 7 = Request To
Send (RTS)
_ pin 8 = Clear To
Send (CTS)
_ pin 9 = Ring
Indicator (RI)
Keterangan:
Control pins
Pin 4 = Request To
Send
Pin 5 = Clear to
send
Pin 6 = DCE Ready
Pin 8 = received
line signal detector
Pin 12 = secondary
received line signal detector
Pin 13 = secondary
clear to send
Pin 19 = secondary
request to send
Pin 20 = DTE ready
Timing pins
Pin 15 = transmitter
signal element timing (DCE-DTE)
Pin 17 = receiver
signal element timing (DCE-DTE)
Pin 24 = transmitter
signal element timing (DTE-DCT)
Other pins
Pin 1 = shield
Pin 7 = signal
ground / common return
Pin 9 = reserved
(testing)
Pin 10 = reserved
(testing)
Pin 11 = unassigned
Pin 18 = local
loopback
Pin 21 = remote
loopback & signal quality detector
Pin 22 = ring
indicator
Pin 23 = data signal
rate select
Pin 25 = test mode
Pin 2 = transmit
data
Pin 3 = receive data
ETHERNET CABLE
Untuk
menghubungkan jaringan diperlukan kabel Ethernet yaitu kabel yang digunakan
disebut kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dengan menggunakan konektor RJ45.
Kabel UTP mempunyai delapan pin (4 pasang).
_ Pin1 dengan warna
hijau-putih (TD+)
_ Pin2 dengan warna
hijau (TD-)
_ Pin3 dengan warna
orange-putih (RD+)
_ Pin4 dengan warna
biru (NC)
_ Pin5 dengan warna
biru-putih (NC)
_ Pin6 dengan warna
orange (RD-)
_ Pin7 dengan warna
coklat-putih (NC)
_ Pin8 dengan warna
coklat (NC)
Konfigurasi pin
kabel UTP adalah sbb:
Ada
tiga cara pemasangan kabel UTP:
1 Straigh Through Pengkabelan jenis ini
biasanya diperuntukkan untuk menghubungkan peralatan yang berbeda jenis. Misal
untuk menghubungkan PC dengan hub, switch dan router, switch dan PC dan sebagainya.
2 Cross Over Pengkabelan jenis ini biaanya
digunakan untuk menghubungkan peralatan sejenis. Misal untuk menghubungkan PC
dengan PC, hub dengan hub dan sebagainya. Pin up kabel cross over sbb:
3 Rollover
Pengkabelan jenis ini merupakan pengkabelan khusus. Misalnya untuk
menghubungkan antar switch.
Skema dari tiga jenis kabel di atas adalah sbb: Straigh Through,
Cross Over, Rollover
V. PROSEDUR PRAKTIKUM
1 Buat kabel serial dengan DB9 dan DB9.
2 Buat kabel serial dengan DB9 dan DB25.
3 Buat kabel serial dengan DB25 dan DB25.
4 buat kabel serial dengan
RJ45 dan DB9.
5 Buat kabel Ethernt straight through, cross
over dan rollover
6 Catat langkah-langkah pembuatannya dan hasil pengukuran dengan alat
ukurnya.
7. Operasi fluke DSP 4000
8. Siapkan kabel yang akan dites
9. Hubungkan fluke ke remote (pasangan dari
fluke) dengan kabel tersebut
10.
Tekan test pada fluke
11.
Untuk mengetahui parameter-parameter lain tekan tanda panah
12.
Diagram fluke
VI. PENGELOLAHAN DATA
VII. ANALISA
VIII. KESIMPULAN






0 comments:
Post a Comment